TEMA : MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Dunia
kerja memang dapat memberikan dampak yang sangat besar dalam kelangsungan
sebuah pekerjaan. Berhasil atau tidaknya suatu pekerjaan juga banyak
dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk di dalamnya adalah budaya kerja yang
baik, akan dapat memberikan kontribusi efektif dalam pencapaian tujuan yang
diharapkan. Untuk dapat mencapai suatu tujuan yang diinginkan, tentunya ada
banyak langkah dan metode yang harus ditempuh. Metode dan langkah yang diambil
sudah barang tentu harus mengacu serta berpedoman pada fungsi-fungsi dalam
manajemen baik itu menyangkut perencanaan, pengorganisasian, aktifitas
kegiatan/ pelaksanaan maupun pada tingkat pengawasan / control yang sangat
efektif. Untuk dapat mengetahui budaya kerja yang efektif, kita akan mengawali
pembahasan yang berkaitan dengan budaya kerja dalam persepektif pendidikan
islam. Islam merupakan agama yang sangat Universal dan memberikan ruang yang
luas bagi pemeluknya untuk mengaktualisasikan serta mengamalkan ajaran
agamanya.
Di
samping islam sebagai agama yang sempurna dan penuh rahmat bagi seluruh alam,
islam juga memberikan banyak pedoman dalam seluruh aspek kehidupan yang
menyertai kehidupan setiap insan beriman. Sebelum kelahiran kita ke dunia,
barang kali di situ pula kita sudah mendapatkan bimbingan dan petunjuk untuk
mendapatkan pendidikan secara islami. Sejak dalam kandungan, kita sudah
diperintahkan untuk memberikan pendidikan sedini mungkin demi kelangsungan
kelahiran seorang bayi secara sehat dan sempurna fisik maupun psykis, serta
harapan - harapan lain dari sang ibu untuk mendapatkan anak yang sehat, cerdas
dan berakhlaq mulia.
Selain
dari itu, kita sudah diajarkan pula untuk memulai semua pekerjaan dengan
bacaan basmalah, dan lain sebagainya yang menjadi aktifitas sehari – hari agar
senantiasa memiliki nilai ibadah. Dengan demikian, apa yang kita lakukan akan
mendapat keberkahan baik berkah dari sumber yang diterima maupun sisi
pemanfaatannya benar - benar memberikan ketenangan di dalam hidup. Budaya merupakan
aktifitas rutin yang membekas secara terus – menerus dan terbentuk pada diri
seorang maupun kelompok orang dalam suatu komunitas tertentu. Sehingga, ketika
hal ini berlaku dan tidak dilandasi dengan nilai-nilai islam, maka yang terjadi
adalah sebuah budaya (kultur) yang menyimpang dan cenderung pada asumsi
tertentu. Mungkinkah, kita menghendaki budaya yang demikian, apalagi bila
terjadi pada sebuah pendidikan islam. Tentu kita tidak mengharapkannya. Marilah
kita mencoba untuk melihat secara jauh, bagaimana islam menempatkan persoalan
dalam setiap persoalan, artinya islam akan memberikan porsi suatu masalah
sesuai dengan masalahnya. Budaya islam tentunya akan memberikan sesuatu yang
berbeda dan membekas pada komunitas yang ada, sehingga harus bisa dikembangkan
dan dilestarikan pada dunia pendidikan khususnya pendidikan islam, yang nota
bene melabelkan islam sebagai identitasnya. Kita banyak mengetahui, tidak
sedikit lembaga pendidikan yang melabelkan diri dengan islam, namun dalam
perjalanannya justru tidak memberikan kontribusi terhadap nilai- nilai islam,
bahkan yang tragis sekali lebih terbawa pada sebuah budaya luar yang cenderung
dikembangkan. Semua ini, menjadi pengalaman dan pamandangan bagi kita untuk
mampu mengembalikan sudut pandang kurang relevan ini kepada nilai-nilai yang
tepat, yakni islam sebagai rujukannya. Budaya islam sangatlah tepat pada setiap
zaman, untuk dijadikan pedoman dalam setiap aspek kehidupan, kapan dan di
manapun kita berada. Apabila kita mampu mengubah dan melestarikan nilai-nilai
yang sudah ditegaskan dalam islam, maka lambat laun, keharmonisan,
keseimbangan, keadilan dan kesejahteraan serta kesetiaan (loyalitas) akan
terbentuk dengan sendirinya sesuai harapan semua pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar