Jumat, 05 Juni 2015

BUDAYA KERJA DALAM PENDIDIKAN ISLAM



 TEMA : MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

                          Dunia kerja memang dapat memberikan dampak yang sangat besar dalam kelangsungan sebuah pekerjaan. Berhasil atau tidaknya suatu pekerjaan juga banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk di dalamnya adalah budaya kerja yang baik, akan dapat memberikan kontribusi efektif dalam pencapaian tujuan yang diharapkan. Untuk dapat mencapai suatu tujuan yang diinginkan, tentunya ada banyak langkah dan metode yang harus ditempuh. Metode dan langkah yang diambil sudah barang tentu harus mengacu serta berpedoman pada fungsi-fungsi dalam manajemen baik itu menyangkut perencanaan, pengorganisasian, aktifitas kegiatan/ pelaksanaan maupun pada tingkat pengawasan / control yang sangat efektif. Untuk dapat mengetahui budaya kerja yang efektif, kita akan mengawali pembahasan yang berkaitan dengan budaya kerja dalam persepektif pendidikan islam. Islam merupakan agama yang sangat Universal dan memberikan ruang yang luas bagi pemeluknya untuk mengaktualisasikan serta mengamalkan ajaran agamanya. 


Di samping islam sebagai agama yang sempurna dan penuh rahmat bagi seluruh alam, islam juga memberikan banyak pedoman dalam seluruh aspek kehidupan yang menyertai kehidupan setiap insan beriman. Sebelum kelahiran kita ke dunia, barang kali di situ pula kita sudah mendapatkan bimbingan dan petunjuk untuk mendapatkan pendidikan secara islami. Sejak dalam kandungan, kita sudah diperintahkan untuk memberikan pendidikan sedini mungkin demi kelangsungan kelahiran seorang bayi secara sehat dan sempurna fisik maupun psykis, serta harapan - harapan lain dari sang ibu untuk mendapatkan anak yang sehat, cerdas dan berakhlaq mulia. 

Selain dari itu, kita sudah diajarkan pula untuk memulai semua pekerjaan dengan bacaan basmalah, dan lain sebagainya yang menjadi aktifitas sehari – hari agar senantiasa memiliki nilai ibadah. Dengan demikian, apa yang kita lakukan akan mendapat keberkahan baik berkah dari sumber yang diterima maupun sisi pemanfaatannya benar - benar memberikan ketenangan di dalam hidup. Budaya merupakan aktifitas rutin yang membekas secara terus – menerus dan terbentuk pada diri seorang maupun kelompok orang dalam suatu komunitas tertentu. Sehingga, ketika hal ini berlaku dan tidak dilandasi dengan nilai-nilai islam, maka yang terjadi adalah sebuah budaya (kultur) yang menyimpang dan cenderung pada asumsi tertentu. Mungkinkah, kita menghendaki budaya yang demikian, apalagi bila terjadi pada sebuah pendidikan islam. Tentu kita tidak mengharapkannya. Marilah kita mencoba untuk melihat secara jauh, bagaimana islam menempatkan persoalan dalam setiap persoalan, artinya islam akan memberikan porsi suatu masalah sesuai dengan masalahnya. Budaya islam tentunya akan memberikan sesuatu yang berbeda dan membekas pada komunitas yang ada, sehingga harus bisa dikembangkan dan dilestarikan pada dunia pendidikan khususnya pendidikan islam, yang nota bene melabelkan islam sebagai identitasnya. Kita banyak mengetahui, tidak sedikit lembaga pendidikan yang melabelkan diri dengan islam, namun dalam perjalanannya justru tidak memberikan kontribusi terhadap nilai- nilai islam, bahkan yang tragis sekali lebih terbawa pada sebuah budaya luar yang cenderung dikembangkan. Semua ini, menjadi pengalaman dan pamandangan bagi kita untuk mampu mengembalikan sudut pandang kurang relevan ini kepada nilai-nilai yang tepat, yakni islam sebagai rujukannya. Budaya islam sangatlah tepat pada setiap zaman, untuk dijadikan pedoman dalam setiap aspek kehidupan, kapan dan di manapun kita berada. Apabila kita mampu mengubah dan melestarikan nilai-nilai yang sudah ditegaskan dalam islam, maka lambat laun, keharmonisan, keseimbangan, keadilan dan kesejahteraan serta kesetiaan (loyalitas) akan terbentuk dengan sendirinya sesuai harapan semua pihak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar