Selasa, 16 Januari 2018

KETIDAKSESUAIAN LAHAN PARKIR APARTEMEN KALIBATA CITY



KRITIK ARSITEKTUR
Bangunan :  Apartemen kalibata City
Alasan Memilih Bangunan :  Karena banyak yang ketidak sesuaian pada bangunan ini yang menyebabkan lingkungan disekitar juga terkena dampaknya akibat bangunan ini
 




Pelanggaran parkir liar yang massal dilakukan pemilik kendaraan di sekitar Apartemen Kalibata City sepertinya bukan suatu kesengajaan untuk mencari kemudahan. Pasalnya, akibat lahan parkir gedung terbatas, para penghuni maupun tamu justru merasa dilema harus meninggalkan kendaraannya dipinggir jalan.
Perasaan gusar dan khawatir tersebut seperti halnya yang dirasakan oleh Rifai (35) penghuni Tower Dahlia Apartemen Kalibata City. Dirinya mengaku resah lantaran harus merelakan kendaraannya diparkirkan di pinggir jalan akibat area parkir gedung apartemen yang selalu penuh setiap hari.
Pilihan tersebut dikatakannya merupakan langkah terakhir yang diambil para penghuni maupun tamu, mengingat sulitnya untuk mendapatkan lahan parkir, khususnya saat jam pulang kantor sore hari.
Tidak hanya ancaman kehilangan, goresan ataupun penindakan yang selalu mengancam mobil Toyota Avanza hitam miliknya. Tarif parkir yang terlampau mahal di area parkir liar pun sangat memberatkannya.


Hal itu dikarenakan oleh banyak hal seperti 



  1. 1.      Lahan parkir yang tidak sesuai dengan dengan kebutuhan penghuni, hal itu menyebabkan lahan parkir yang seharusnya cukup tetapi tidak memberikan space untuk penghuni yang memiliki kendaraan lebih dari 1
  1. 2.      Peruntukan yang tidak sesuai, apartemen Kalibata City sebenarnya termasuk program pemerintah yaitu hanya untuk warga Jakarta berpenghasilan dibawah 5 juta, tetapi nyatanya banyak yang melanggar hal tersebut, dan banyak penghuni yang berpenghasilan diatas 5 juta. Hal ini yang seharusnya warga yang berpenghasilan dibawah 5 juta membutuhkan parkir hanya untuk 1 mobil dan 1 motor bahkan tidak memiliki mobil, tetapi dengan adanya penghuni yang tidak sesuai ini menyebabkan lahan parkir yang penuh.
  1. 3.      KLB yang tidak sesuai aturan, disebut oleh Ahok bahwa Apartemen Kalibata city melampaui Koefisien Lantai Bangunan hal itu disampaikan bersumber : https://www.merdeka.com/politik/ahok-kesal-kalibata-city-langgar-aturan-bahkan-ada-wanita-simpanan.html


    Hal tersebut menyebabkan membludaknya parkiran yang tersedia di Apartemen Kalibata City, bahkan pemilik apartemen sesekali tidak mendapatkan parkir, hingga harus parkir liar diluar area apartemen
      





Yang menyebabkan berbagai hal seperti, pemilik apartemen sulit untuk memarkir kendaraan mereka, pengunjung atau tamu tidak bisa parkir dengan aman, kendaraan menjadi tidak aman dengan resiko baret bahkan hilang. Lingkungan sekitar pun terkena dampaknya yaitu seperti macet, penuh sesak , jalan menjadi sempit dan lain sebagainya.


Kesimpulan
banyak hal yang harus dipikirkan dalam merancang suatu bangunan yaitu aturan, syarat     dan ketentuan akan menjadi pegangan dalam rancangan, hal itu menghasilkan suatu keeraturan yang sesuai pada hasil rancangan. Maka dalam merancang, bangunan harus sesuai dengan aturan karena dibalik aturan perancangan maka hasilnya adalah keteraturan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar